Direct marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang sudah digunakan sejak dulu dan tetap relevan hingga era digital seperti sekarang. Pahami bagaimana peran direct marketing di era digital dan contoh penerapannya pada artikel ini!
Pentingnya Direct Marketing di Era Digital
Berikut beberapa peran penting direct marketing di era digital yang perlu diketahui.
1. Menjangkau Konsumen Secara Tepat Sasaran
Direct marketing memungkinkan bisnis menjangkau konsumen yang benar-benar relevan berdasarkan data, antara lain:
- Berdasarkan Perilaku: Tidak hanya membidik orang berdasarkan usia, tetapi berdasarkan apa yang mereka lakukan.
- Segmentasi Mendalam: Bisa memisahkan pesan untuk pelanggan baru, pelanggan setia, atau pelanggan yang sudah lama tidak berbelanja.
- Relevansi: Pesan yang diterima konsumen terasa sangat personal karena sesuai dengan kebutuhan mereka saat itu. Hal ini mengurangi risiko pesan dianggap sebagai gangguan (spam).
Data-data tersebut memungkinkan bisnis menjangkau konsumen dengan pesan yang lebih personal dan sesuai kebutuhan. Peluang keterlibatan dan respons dari konsumen pun lebih tinggi dibanding pemasaran massal.
2. Efisiensi Biaya dan Target yang Akurat
Di era digital, direct marketing lebih hemat biaya karena pesan hanya dikirim ke target yang potensial. Bisnis dapat mengatur anggaran dengan lebih efisien serta meminimalkan pemborosan iklan. Hal ini karena setiap kampanye didukung data dan segmentasi audiens yang jelas.
Berikut beberapa keuntungan direct marketing dari segi biaya dan targeting:
- Tanpa Biaya Fisik: Tidak perlu mengeluarkan uang untuk cetak kertas, tinta, atau jasa pengiriman pos. Biaya pengiriman 1.000 pesan WhatsApp atau email jauh lebih murah daripada mengirim 1.000 brosur.
- Targeting Akurat: Hanya membayar untuk menjangkau orang-orang yang memang memiliki kemungkinan besar untuk membeli. Misalnya, iklan media sosial hanya muncul untuk audiens yang pernah mengunjungi situs web (retargeting).
- Skalabilitas: Bisnis kecil bisa mulai dengan anggaran rendah namun tetap mendapatkan hasil yang tertarget.
3. Mendorong Konversi dan Penjualan Lebih Cepat
Komunikasi langsung memungkinkan bisnis menyampaikan penawaran tepat waktu, seperti promo terbatas atau reminder pembelian. Hal ini mempercepat pengambilan keputusan konsumen dan meningkatkan konversi serta penjualan secara signifikan.
Bisnis bisa memanfaatkan berbagai kanal komunikasi langsung seperti email, pesan instan, atau notifikasi.
Contoh Penerapan Direct Marketing di Era Digital
Terdapat berbagai contoh penerapan direct marketing di era digital, mulai dari email marketing, messaging app marketing, hingga influencer dan affiliate marketing. Berikut penjelasannya.
1. Email Marketing
Email marketing adalah pengiriman pesan komersial langsung ke kotak masuk individu. Di era digital, email marketing bukan lagi sekadar teks namun pesan yang sangat personal.
Contohnya, e-commerce mengirim email flash sale atau abandoned cart reminder untuk mendorong pelanggan menyelesaikan transaksi.
2. Messaging App Marketing
Messaging app marketing adalah penerapan pemasaran langsung melalui aplikasi pesan instan, seperti WhatsApp, Telegram, dan Line. Pesan tersebut dikirimkan langsung kepada target audience dan dapat berupa promo eksklusif, notifikasi pesanan, dan layanan pelanggan.
Misalnya, UMKM mengirim katalog produk dan diskon khusus ke pelanggan setia melalui WhatsApp Business.
3. Chatbot & Live Chat
Chatbot adalah teknologi di website atau aplikasi yang tersedia untuk digunakan untuk menjawab pertanyaan otomatis, memberikan rekomendasi produk, dan membantu proses pemesanan.
Sedangkan live chat memungkinkan pelanggan berinteraksi langsung dengan tim customer service untuk mempercepat keputusan pembelian. Live chat juga berguna untuk merespons masalah atau umpan balik yang diberikan oleh konsumen.
4. Social Media Direct Advertising
Social media direct advertising adalah iklan di media sosial yang ditujukan langsung kepada audiens tertentu menggunakan fitur targeting yang mendalam. Biasanya, bisnis menayangkan iklan yang mengarah langsung ke DM, WhatsApp, atau halaman produk.
Contohnya, iklan Instagram dengan tombol “Send Message” atau “Shop Now” yang mendorong komunikasi dan transaksi secara langsung.
5. Influencer & Affiliate Marketing
Influencer dan affiliate marketing adalah strategi yang melibatkan orang ketiga (influencer dan affiliator) untuk mempromosikan produk. Strategi ini memungkinkan bisnis menjangkau audiens secara personal dan mendorong pembelian langsung dengan hasil yang mudah dilacak.
Bentuknya dapat melalui konten review, live streaming, atau posting dengan link dan kode referral khusus. Contohnya, seorang beauty vlogger mengulas produk skincare di Instagram Story dan menyertakan fitur "Swipe Up" atau tautan khusus.
Tak hanya menguntungkan bisnis, strategi ini juga memberi keuntungan bagi influencer atau content creator. Semakin berkualitas konten dan profil media sosial Anda, semakin besar kemungkinan brand akan mengajak kerja sama.
Agar mendapat peluang kerja sama yang lebih besar, Anda bisa bergabung dengan Comunitaz. Comunitaz adalah platform yang mempertemukan brand dengan kreator digital untuk berkolaborasi dalam berbagai kampanye pemasaran.
Comunitaz juga menjadi wadah bagi para kreator untuk saling belajar dan berbagi ilmu serta pengalaman. Para kreator juga bisa mendapatkan pelatihan seputar konten kreatif langsung dari para pakar di dunia digital.
Untuk bergabung, Anda hanya perlu mendaftarkan diri melalui situs https://comunitaz.com/, memilih campaign brief yang sesuai, dan menjalankan tugas yang tersedia. Setelah tugas selesai, Anda akan mendapatkan penghasilan. Mudah sekali, bukan?
Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar dan bergabunglah bersama komunitas digital creator di Comunitaz! Comunitaz, your community experience platform.