GMV adalah kepanjangan dari Gross Merchandise Value, salah satu metrik yang mengukur keberhasilan penjualan. Metrik ini juga sering digunakan di TikTok untuk mengetahui berapa total transaksi penjualan yang terjadi pada platform tersebut.
Pahami selengkapnya tentang apa itu GMV, peran pentingnya di TikTok, dan cara meningkatkannya pada artikel ini!
Apa Itu GMV?
GMV (Gross Merchandise Value) adalah total nilai transaksi penjualan kotor yang terjadi di sebuah platform atau bisnis dalam periode tertentu, sebelum dikurangi biaya apa pun. GMV menunjukkan berapa besar nilai produk yang berhasil dijual, bukan keuntungan yang diperoleh.
Cara menghitung GMV sangat sederhana. Anda hanya perlu mengalikan harga jual barang dengan jumlah unit yang terjual.
Misalnya, sebuah toko berhasil menjual 100 buah sepatu dengan harga Rp500.000 per pasang dalam satu bulan. Maka, berikut cara menghitung GMV:
GMV = Rp500.000 x 100
= Rp50.000.000
GMV di TikTok
Penggunaan GMV bukan saja berlaku pada penjualan offline, namun juga diterapkan pada bisnis digital. GMV umum digunakan untuk e-commerce, termasuk TikTok melalui TikTok Shop dan aktivitas TikTok Commerce.
Di TikTok, GMV menghitung total nilai transaksi penjualan yang terjadi melalui:
- TikTok Shop
- Live Shopping
- Affiliate TikTok
- Konten shoppable (video dengan keranjang kuning)
Penting untuk diperhatikan bahwa GMV TikTok dihitung dari total harga produk terjual sebelum dipotong dengan biaya-biaya.
Pentingnya GMV di TikTok
TikTok menggabungkan hiburan dan belanja (Shoppertainment), sehingga GMV menjadi alat ukur yang sangat krusial. Berikut beberapa peran penting GMV di TikTok.
1. Mengukur Performa Penjualan
GMV menjadi indikator utama untuk melihat seberapa besar nilai penjualan yang dihasilkan dari aktivitas TikTok Shop. GMV membantu melihat hasil nyata dalam bentuk penjualan, bukan hanya views atau engagement.
Dengan GMV, brand atau seller dapat:
- Mengetahui total nilai transaksi dari video, live, atau affiliate.
- Mengevaluasi apakah penjualan naik atau turun dari waktu ke waktu.
- Menilai keberhasilan strategi konten dan promo yang dijalankan.
- Melihat produk mana yang menjadi top seller, sehingga bisa fokus promosi produk tersebut.
2. Membandingkan Efektivitas Live, Konten, dan KOL
GMV memungkinkan perbandingan performa dari berbagai channel di TikTok, seperti Live Shopping, video konten shoppable, dan KOL atau affiliate creator. Anda pun dapat melihat channel mana yang paling berdampak dan mengoptimalkan strategi untuk channel tersebut.
Berikut contoh penerapannya:
- Live Streaming: Anda bisa melihat berapa GMV yang dihasilkan selama 2 jam live. Jika GMV tinggi, berarti interaksi host dan promo saat live sangat efektif.
- Konten (Video Short-form): Anda bisa melacak video mana yang memiliki “keranjang kuning” paling menghasilkan.
- KOL / Affiliate: Melihat GMV yang dihasilkan oleh masing-masing KOL dan memutuskan siapa yang akan diajak kerja sama lagi di masa depan.
3. Melaporkan Hasil Campaign TikTok Shop
GMV dapat menjadi metrik utama dalam laporan campaign untuk menunjukkan keberhasilan strategi TikTok Shop dengan jelas.
Berikut beberapa manfaat GMV dalam reporting:
- Memberikan gambaran nilai penjualan yang dihasilkan campaign.
- Mudah dipahami oleh stakeholder non-teknis.
- Menjadi dasar evaluasi ROI, ROAS, dan strategi lanjutan.
Cara Meningkatkan GMV di TikTok
Berikut beberapa cara meningkatkan GMV di TikTok.
1. Live Streaming
Live streaming adalah salah satu pendorong GMV terbesar di TikTok karena mampu mendorong pembelian secara real-time. Strategi live yang konsisten dan interaktif dapat menghasilkan konversi lebih tinggi, sehingga GMV meningkat.
Beberapa strategi mengoptimalkan GMV lewat live streaming:
- Menampilkan demo produk secara langsung.
- Menciptakan urgensi dengan stok terbatas dan timer promo.
- Berinteraksi aktif dengan audiens.
- Menawarkan harga khusus live yang tidak tersedia di konten biasa.
- Melakukan live secara rutin di jam yang sama agar algoritma TikTok mendorong penonton baru.
2. Voucher & Flash Sale
Promo harga adalah salah satu pemicu utama pembelian di TikTok. Strategi ini efektif untuk meningkatkan volume transaksi, yang langsung berdampak pada kenaikan GMV.
Berikut beberapa strategi memaksimalkan GMV lewat promo:
- Gunakan voucher potongan khusus untuk mendorong pembelian.
- Jalankan flash sale berdurasi pendek untuk menciptakan FOMO.
- Kombinasikan promo dengan live atau konten viral.
- Batasi kuota voucher agar mendorong keputusan cepat.
3. Kolaborasi Affiliate
Program affiliate memungkinkan Anda meningkatkan GMV tanpa harus bergantung pada satu akun saja. Semakin banyak kreator yang mempromosikan produk, semakin besar potensi GMV yang terkumpul.
Berikut beberapa strategi affiliate yang efektif:
- Menggandeng kreator dengan audiens relevan, bukan hanya yang besar.
- Menentukan komisi kompetitif agar kreator lebih agresif promosi.
- Memberikan brief dan materi konten yang jelas.
- Memantau GMV per affiliate untuk menentukan siapa yang paling produktif.
Strategi ini tidak hanya menguntungkan bagi bisnis, namun juga bagi para content creator. Agar bisa bekerja sama dengan brand, content creator perlu menciptakan konten yang menarik dan relevan.
Bergabung dengan komunitas influencer dan KOL juga dapat memberikan peluang kerja sama lebih besar, seperti Comunitaz. Comunitaz adalah platform yang mempertemukan brand dengan kreator digital untuk berkolaborasi dalam berbagai kampanye pemasaran.
Comunitaz juga menjadi wadah bagi para kreator untuk saling belajar dan berbagi ilmu serta pengalaman. Para kreator juga bisa mendapatkan pelatihan seputar konten kreatif langsung dari para pakar di dunia digital.
Untuk bergabung, Anda hanya perlu mendaftarkan diri melalui situs https://comunitaz.com/, memilih campaign brief yang sesuai, dan menjalankan tugas yang tersedia. Setelah tugas selesai, Anda akan mendapatkan penghasilan. Mudah sekali, bukan?
Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar dan bergabunglah bersama komunitas digital creator di Comunitaz! Comunitaz, your community experience platform.