Panduan Membuat Creative Brief yang Tepat

Panduan Membuat Creative Brief yang Tepat

  • Comunitaz

  • Separator Icon
  • 13 November 2025

  • Separator Icon
  • Tips n Trik

Creative brief adalah panduan untuk eksekusi sebuah project di bidang kreatif agar hasilnya sesuai dengan tujuan campaign. Sebagai content creator, dokumen ini tentu sudah tidak asing lagi dan sangat membantu dalam proses pembuatan konten.

Namun, bagaimana cara membuat creative brief yang baik? Temukan jawabannya pada artikel ini!

Mengenal Creative Brief

Creative brief adalah dokumen yang memberikan arahan jelas kepada tim kreatif untuk membuat suatu project. Adanya creative brief bertujuan agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama sebelum eksekusi project. 

Tim yang terlibat biasanya terdiri:

  1. Klien
  2. Tim strategi (digital strategist atau analyst)
  3. Tim kreatif (desainer, copywriter, videografer)
  4. Tim pemasaran (marketing atau account executive)

Creative brief berfungsi untuk:

  1. Menyatukan visi dan persepsi yang sama pada seluruh tim.
  2. Memperjelas target dan tujuan project, seperti meningkatkan awareness atau memperkuat brand image.
  3. Menjadi panduan eksekusi, terutama untuk tim kreatif, untuk memastikan konsep agar hasil akhirnya sesuai.

Panduan Membuat Creative Brief

Creative brief harus dibuat dengan sejelas mungkin dengan komponen yang lengkap, mulai dari tujuan, pesan utama, hingga timeline. Berikut panduan membuat creative brief yang tepat.

1. Tentukan Tujuan Project

Tujuan project menjadi landasan utama dalam pembuatan creative brief, yaitu apa yang ingin dicapai melalui project tersebut. Tujuan harus jelas, spesifik, dan terukur.

Berikut beberapa contoh tujuan pada creative brief:

  • Meningkatkan brand awareness produk baru.
  • Mengajak audiens mencoba fitur tertentu.
  • Menghasilkan leads atau konversi.

2. Identifikasi Target Audience

Pemahaman target audience akan membantu tim kreatif dalam mengembangkan konsep dan menyampaikan pesan dengan relevan. Pemahaman ini juga akan membantu dalam penggunaan bahasa, materi visual, dan platform yang digunakan.

Berikut beberapa aspek identifikasi target audience:

  • Demografi: usia, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi.
  • Psikografi: minat, gaya hidup, nilai yang dijunjung.
  • Perilaku online: bagaimana cara audiens menggunakan media, kebiasaan belanja.
  • Pain points: masalah atau kebutuhan yang dimiliki audiens.

3. Rumuskan Pesan Utama (Key Message)

Pesan utama adalah inti komunikasi project yang paling penting dan harus dapat diterima oleh audiens. Meskipun konten yang dibuat beragam, semuanya harus mengandung pesan utama yang telah dirumuskan. Jadi, audiens akan mengingat pesan tersebut ketika melihat materi kreatif.

Berikut prinsip pesan utama dalam creative brief:

  • Pesan harus tunggal, fokus pada satu hal yang penting.
  • Ringkas dan mudah dipahami.
  • Sesuai dengan kebutuhan audiens.
  • Bersifat persuasif.

4. Tentukan USP (Unique Selling Point)

USP adalah keunggulan utama yang membuat produk atau brand berbeda dari kompetitor. Perumusan USP akan membantu tim kreatif menonjolkan hal yang paling menarik bagi audiens.

USP dapat berupa:

  • Fitur inovatif
  • Harga kompetitif
  • Kualitas premium
  • Layanan after-sales

5. Tentukan Tone of Voice & Gaya Visual

Komponen tone of voice dan gaya visual sangat penting agar materi kreatif konsisten dengan identitas brand. Keduanya berperan dalam menentukan karakter komunikasi brand dalam project yang akan dijalankan.

Berikut beberapa contoh tone of voice untuk creative brief:

  • Fun
  • Playful
  • Profesional
  • Premium
  • Friendly
  • Formal 
  • Inspiratif

Berikut beberapa contoh gaya visual untuk creative brief:

  • Clean dan minimalis
  • Colorful dan energik
  • Premium dan elegan
  • Bold dan modern

6. Daftar Deliverables

Deliverables adalah spesifikasi wajib yang harus ada dalam project tersebut. Tujuannya untuk memberi arahan dan batasan yang diperlukan agar hasil project sesuai standar brand.

Berikut beberapa aspek deliverables:

  • Jenis, jumlah aset kreatif, dan untuk platform apa (Contoh: video dan banner statis Instagram Post).
  • Spesifikasi teknis (Contoh: durasi video, ukuran banner).
  • Ketentuan wajib (Contoh: peletakan logo, warna yang harus digunakan, copy yang harus ada).

7. Tentukan Timeline & Durasi Pengerjaan

Timeline dan durasi pengerjaan sangat penting dalam creative brief agar project berjalan dengan terarah. Kedua hal ini juga membantu tim kreatif agar menyelesaikan project sesuai deadline. 

Komponen ini umumnya mencakup:

  • Waktu brainstorming dan konsep.
  • Pembuatan draft.
  • Tanggal pengiriman draft pertama.
  • Batas waktu revisi dari klien.
  • Tanggal produksi final.
  • Deadline keseluruhan project.

8 Tambahkan Referensi Jika Perlu

Jika diperlukan, creative brief dapat mencantumkan referensi visual atau gaya kreatif tertentu. Adanya referensi dapat membantu tim kreatif dalam memahami ekspektasi dari klien. 

Beberapa contoh referensi antara lain:

  • Moodboard.
  • Contoh desain dari brand lain.
  • Warna, fonts, atau style visual tertentu.
  • Contoh copy atau iklan yang disukai.

Optimalkan Creative Brief dengan Implementasi yang Tepat

Creative brief yang baik akan menjadi efektif ketika dapat diimplementasikan dengan tepat. Pastikan pembuatan creative brief dilakukan sejelas mungkin agar dapat menghasilkan materi kreatif yang diinginkan. Jika perlu, lakukan diskusi dengan pembuat konten berpengalaman agar hasilnya lebih optimal.

Sebagai content creator, Anda dapat bergabung dengan komunitas influencer dan KOL seperti Comunitaz. Comunitaz adalah platform yang mempertemukan brand dengan kreator digital untuk berkolaborasi dalam berbagai kampanye pemasaran. 

Comunitaz juga menjadi wadah bagi para kreator untuk saling belajar dan berbagi ilmu serta pengalaman. Para kreator juga bisa mendapatkan pelatihan seputar konten kreatif langsung dari para pakar di dunia digital.

Untuk bergabung, Anda hanya perlu mendaftarkan diri melalui situs https://comunitaz.com/, memilih campaign brief yang sesuai, dan menjalankan tugas yang tersedia. Setelah tugas selesai, Anda akan mendapatkan penghasilan. Mudah sekali, bukan? 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar dan bergabunglah bersama komunitas digital creator di Comunitaz! Comunitaz, your community experience platform.