Angle fotografi adalah sudut atau posisi kamera saat mengambil gambar terhadap objek yang dipotret, hal penting yang harus dikuasai content creator. Ketika membuat konten, angle fotografi menjadi salah satu hal penting yang harus dikuasai oleh content creator. Angle fotografi adalah sudut atau posisi kamera saat mengambil gambar terhadap objek yang dipotret.
Angle yang diambil akan menentukan bagaimana sebuah objek terlihat di foto. Misalnya, apakah tampak lebih besar, kecil, dominan, dramatis, atau natural. Pengambilan angle bisa mengubah objek biasa menjadi terlihat berkesan dan estetik.
Ini dia beberapa jenis angle fotografi yang harus diketahui oleh content creator.
1. Eye Level
Eye level adalah sudut pandang yang paling umum, di mana posisi kamera diletakkan sejajar dengan mata objek atau tinggi dada untuk objek manusia. Angle fotografi ini menciptakan kesan objektivitas dan seolah sedang berada di ruang yang sama dengan objek.
Berikut karakteristik eye level fotografi:
- Kamera tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari objek.
- Perspektif terlihat natural dan realistis.
- Minim distorsi.
- Hasil foto jujur dan apa adanya.
Berikut beberapa penggunaan angle eye level:
- Foto profil.
- Foto produk marketplace.
- Portrait profesional.
- Foto interview atau konten edukatif.
Tips: Untuk mengambil angle ini, pastikan kamera benar-benar sejajar dengan objek dan tidak miring ke atas atau bawah. Anda adapat menggunakan tripod agar framing lebih stabil.
2. High Angle
High angle adalah angle di mana kamera diletakkan lebih tinggi dari subjek dan diarahkan menunduk ke bawah. Sudut pengambilan biasanya berkisar antara 30 hingga 60 derajat di atas garis mata subjek.
Berikut karakteristik high angle fotografi:
- Kamera berada di atas subjek dan diarahkan ke bawah (tidak ekstrem).
- Sudut pandang lebih tinggi dari objek.
- Tidak tegak lurus.
- Subjek terlihat lebih kecil atau vulnerable.
Berikut beberapa penggunaan high angle:
- Foto makanan.
- Foto anak-anak.
- Selfie (untuk memberi efek wajah lebih tirus).
- Foto produk kecil seperti aksesoris.
Tips: Untuk mengambil angle ini, jangan terlalu ekstrem agar tidak kehilangan detail objek. Jika terlalu tinggi, objek bisa terlihat tidak proporsional. Perhatikan juga bayangan yang mungkin muncul dari sudut atas pengambilan gambar.
3. Low Angle
Low angle adalah angle di mana kamera diletakkan di bawah garis mata subjek dan diarahkan mendongak ke atas. Pada angle ini, posisi kamera lebih rendah dari dagu subjek. Semakin rendah kamera, semakin ekstrem efek yang dihasilkan.
Berikut karakteristik low angle:
- Subjek akan terlihat lebih tinggi dan mendominasi bingkai foto.
- Perspektif menanjak ke atas.
- Garis vertikal terlihat lebih dominan, menghasilkan kesan kuat.
- Memberi efek dramatis, terutama pada fashion dan bangunan.
Berikut beberapa penggunaan low angle:
- Foto pemimpin, atlet, atau tokoh penting.
- Fashion pria (untuk kesan maskulin).
- Arsitektur gedung pencakar langit.
- Foto karakter yang ingin terlihat berwibawa
Tips: Untuk mengambil angle ini, gunakan sedikit sudut rendah untuk hasil yang elegan. Namun pastikan jangan terlalu rendah karena bisa membuat distorsi rendah dan dagu terlihat besar. Hindari juga sudut ekstrem untuk portrait close-up.
4. Bird’s Eye View
Bird’s eye view adalah angle dari posisi sangat tinggi dan hampir tegak lurus ke bawah. Kamera diposisikan biasanya tepat di atas objek dengan tegak lurus 95 derajat. Bird’s eye view adalah versi ekstrem dari high angle.
Berikut karakteristik bird’s eye view:
- Objek terlihat seperti titik kecil atau bidak catur.
- Perspektif seperti dilihat dari atas oleh burung.
- Menampilkan keseluruhan area.
- Menghasilkan kesan dramatis, artistik, dan estetik.
Berikut beberapa penggunaan bird’s eye view:
- Foto flat lay, seperti makanan atau produk di meja.
- Foto pola kemacetan lalu lintas.
- Konten sosial media estetik.
Tips: Bird’s eye view biasanya membutuhkan alat bantu seperti drone, tangga tinggi, atau tripod overhead. Fokusnya bukan pada detail wajah, melainkan pada hubungan objek dengan background sekitarnya.
5. Worm/Frog Eye View
Worm atau frog eye view adalah angle fotografi dari posisi sangat rendah, hampir tegak lurus ke atas. Kamera seringkali diletakkan sangat rendah, bahkan menempel di tanah. Worm atau frog eye view adalah kebalikan dari bird’s eye view.
Berikut karakteristik worm/frog eye view:
- Kamera sangat dekat dengan tanah.
- Perspektif ekstrem ke atas.
- Objek terlihat sangat tinggi.
- Memberi kesan sureal, dramatis, dan sinematis.
Berikut beberapa penggunaan worm/frog eye view:
- Fotografi alam, seperti jamur, serangga, atau bunga.
- Foto aksi skateboarding.
- Foto fashion editorial.
- Foto siluet dengan latar langit.
Tips: Angle fotografi ini biasanya memerlukan kamera dengan layar yang bisa diputar (tilt screen) agar fotografer tidak perlu tiarap sepenuhnya. Sudut pandang ini memperbesar objek yang berada dekat dengan lensa secara dramatis.
6. Dutch Angle (Tilted Angle)
Dutch atau tilted angle adalah angle di mana kamera dimiringkan sehingga garis horizon tidak sejajar. Sudut ini dilakukan dengan memiringkan kamera ke kiri atau ke kanan, sehingga garis horizontal pada gambar tidak sejajar dengan bingkai foto.
Berikut karakteristik dutch atau tilted angle:
- Frame terlihat miring.
- Komposisi diagonal dominan.
- Menghasilkan kesan dramatis, ketidakstabilan, dan ketegangan.
Berikut beberapa penggunaan dutch atau tilted angle:
- Foto action.
- Konten fashion edgy.
- Fotografi urban.
- Konsep cinematic.
Tips: Untuk mengambil angle ini, pastikan kemiringan konsisten dan disengaja agar terlihat profesional. Pahami bahwa garis vertikal dan horizontal objek menjadi diagonal di dalam bingkai. Angle ini sering juga digunakan dengan low atau high angle.
Itulah beberapa jenis angle fotografi yang perlu Anda ketahui agar bisa membuat konten yang menarik dan estetik. Agar potensi konten lebih optimal, Anda bisa bergabung dengan komunitas content creator seperti Comunitaz.
Comunitaz adalah platform yang mempertemukan brand dengan kreator digital untuk berkolaborasi dalam berbagai kampanye pemasaran.
Comunitaz juga menjadi wadah bagi para kreator untuk saling belajar dan berbagi ilmu serta pengalaman. Para kreator juga bisa mendapatkan pelatihan seputar konten kreatif langsung dari para pakar di dunia digital.
Untuk bergabung, Anda hanya perlu mendaftarkan diri melalui situs https://comunitaz.com/, memilih campaign brief yang sesuai, dan menjalankan tugas yang tersedia. Setelah tugas selesai, Anda akan mendapatkan penghasilan. Mudah sekali, bukan?
Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar dan bergabunglah bersama komunitas digital creator di Comunitaz! Comunitaz, your community experience platform.